fbpx
Jumat, 19 Agustus 2022

Kasus Covid-19 Varian Omricon Terdeteksi di Indonesia

Kemenkes telah mendeteksi lima kasus probable Omicron yang melibatkan pelaku perjalanan internasional dari warga negara Indonesia serta asing.

3
SHARES
17
VIEWS

Beritalainnya

Gemapos.ID (Jakarta) – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus Omicron pertama di Tanah Air terjadi di fasilitas karantina Rumah Sakit Wisma Atlet Jakarta. Satu kasus dan lima kasus probable itu terjadi di karantina.

Kasus Omicron yang dialami seorang petugas kebersihan RS Wisma Atlet Jakarta berinisial N diketahui berdasarkan hasil analisa genom sekuensing yang diterima Kemenkes RI pada 15 Desember 2021.

“Petugas pembersih ini tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri,” katanya pada Kamis (16/12/2021).

Kronologi kasus penularan yang sama juga pernah dilaporkan otoritas terkait di Hongkong.

“Jadi karena dia melayani pasien, akibatnya dia tertular,” ucapnya.

Budi mengemukakan selama ini N tinggal di asrama Wisma Atlet Jakarta. Saat menerima laporan, Kemenkes langsung menghubungi yang bersangkutan dan dilakukan isolasi di asrama.

Selain itu Kemenkes juga telah mendeteksi lima kasus probable Omicron yang melibatkan pelaku perjalanan internasional dari warga negara Indonesia serta asing.

Lima orang suspek Omicron itu di antaranya dua kasus adalah WNI yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris. Keduanya sedang menjalani isolasi di Wisma Atlet.

Tiga kasus probable lainnya WNA asal China yang berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dan sekarang dikarantina di Manado.

“Hingga sekarang belum muncul laporan transmisi komunitas dari kasus yang dialami N di Wisma Atlet,” tuturnya.

Kemenkes telah meningkatkan presentasi pemeriksaan sampel genom sekuensing dari seluruh kasus konfirmasi yang terjadi di Tanah Air dalam rangka mendeteksi dini potensi transmisi komunitas Omicron.

“Standar¬†whole genome sequencing (WGS) biasanya 5%, sekarang kita mau lakukan 10%. Semua kasus konfirmasi kita lakukan WGS,” ucapnya.

Upaya berikutnya adalah menggencarkan penggunaan reagen PCR menggunakan S-gene target failure (SGTF) agar Omicron bisa diketahui lebih cepat.

“Sebab SGTF ini bisa memberikan marker atau indikasi dini bahwa kalau PCR positif kemungkinan besar Omicron,” ujarnya.

Metode PCR SGTF lebih cepat mendeteksi dini Omicron bila dibandingkan metode WGS.

“Tas PCR hasilnya bisa kita peroleh empat sampai enam jam, untuk genom sekuensing masih butuh lima sampai tujuh hari,” ujarnya.

Related Posts

Next Post

Terkini